Arsip untuk Uncategorized

Voucher Hotel bagi Pembeli

Bursa Mobil Tribun Gerung-Gerung

Voucher Hotel bagi Pembeli HONDA Integra berwarna silver terlihat terparkir mewah di halaman DC Mall. Menariknya, mobil produksi Jepang ini juga telah dirombak habis alias full modifikasi mulai dari sound system, interior, hingga bodi dan pelg mobil.

Terpasang menawan pada interiornya yang terbalut lapisan jok kulit memberi kesan begitu mewah. Hal ini semakin tampak gagah dan jantan manakala mobil tersebut di pasang seperangkat sound system yang mampu mengeluarkan suara menggelagar.

Sedan sport ini semakin manis dengan sentuhan pelg dengan mengusung ring 17 inch. Kondisi body yang mulus kian menambah kesan lux ditambah pemberian cat dan body kit. Tak tanggung-tanggung, modifikasi mobil ini menghabiskan dana lebih dari Rp 28 juta.

Tak ayal, kendaraan berbody sport ini beberapa kali kerap mengundang pengunjung baik yang sekedar melirik maupun langsung melakukan penawaran. “Kalau kondisi mobil sih, memuaskan,” ujar Yudi, pemilik kendaraan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 4 motor dan 33 mobil dari berbagai merek terparkir rapi di halaman di Diamond City (DC) Mall, Minggu (12/4). Mulai dari besutan Jepang seperti, Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi, hingga mobil pabrikan Eropa, Korea, dan Malaysia. Mereknya mulai Proton, Hyundai, Mercedes, dan BMW pun ikut meramaikan kehadiran ajang jual beli mobil Tribun Gerung-gerung, Minggu (19/4).

Dalam Tribun Gerung-Gerung kali ini, panitia Tribun Batam bekerjasama dengan EO Global Promosindo berhasil menjual dua unit mobil Hyundai Accent tahun 1995 dan Kia Karnaval tahun 2000.

Even ini juga disponsori oleh DC Mall dan Harris Ressort. Untuk mobil yang terjual pertama, pembeli mendapatkan hadiah berupa voucher menginap, sedang penjual berhak mendapatkan voucher dinner barbeque dari Harris Resort. “Ini kami berikan kepada mobil perdana yang terjual,” ujar Iwan yang menjabat sebagai Director Global Promosindo Even Organizer.

Antara penjual dan pembeli, kata Iwan, transaksi langsung dilakukan tanpa pihak perantara. “Ini murni langsung antara penjual dan pembeli. Jadi mereka tidak akan dikenakan fee,” tambah Iwan yang menjelaskan pembeli juga dapat langsung melakukan test drive dan mengecek fisik ataupun kelengkapan surat dan dokumen kendaraan.

Ia juga mengundang pelaku usaha di bidang life style seperti gadget, perhotelan, golf, dan lainnya untuk bergabung. “Selain otomotif, kami juga mengundang pada semua pelaku bisnis untuk bergabung sebagai sponsor,” tutup dia.(hdr)

Tinggalkan sebuah Komentar

PT JOM Siap Reekspor Ferro Sand

Bila Terbukti Bahan Berbahaya dan Beracun, LSM Akan Periksa Kader Arsen

Bila Terbukti Bahan Berbahaya dan Beracun

LSM Akan Periksa Kader Arsen

BATAM, TRIBUN - Permasalah limbah ferro sand yang kini masih menggunung di belakang Kantor Camat Sagulung masih terus menjadi polemik. Ferro sand, menurut pihak Kementrian Lingkungan Hidup (KH), mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dan harus direekspor.

Ironisnya, limbah asal Korea itu hingga Minggu (5/4), tak jua kunjung di reekspor ke negeri asal. Namun pihak PT JOM justru keukeuh mengatakan ferro sand yang berjumlah 3.800 ton itu tak berbahaya untuk kesehatan.

Sejauh ini menurut pihak PT JOM secara ilmiah belum ada pembuktian. Direktur Teknis PT JOM Gunawan mengungkapkan hal ini kepada wartawan, saat menggelar jumpa pers di Harbour Bay, Jumat malam (3/4).

“Silahkan buktikan jika ada warga yang sakit akibat ferro sand tersebut,” tegas Gunawan. “Jika ada yang sakit gatal-gatal, buktikan ke kami. PT JOM siap bertanggungjawab penuh,” imbuhnya lagi. Ia juga menyarankan warga untuk segera mengecek ke dokter spesialis terkait keluhan gangguan kesehatan yang dialami.

Ia mengakui sebelumnya memang ada pengaduan masyarakat yang menderita gatal-gatal. Namun demikian mereka yang terindikasi langsung akibat ferro sand itu belum ada secara pasti. Beberapa hari lalu sejumlah LSM akan melakukan penelitian terkait kandungan arsenik ferro sand. Pengujian akan dilakukan di laboratorium Jakarta Pihak PT JOM dengan tegas membantah ferrosand yang diimpor dari LS Nikko Copper (perusahaan Korea), copper slag yang mengandung B3.

“Kami punya buktinya,” cetus Gunawan. Hasil penelitian PT Batan Teknologi yang sudah diverifikasi pada 24 Maret lalu, menunjukkan senyawa tersebut merupakan senyawa kimia berupa fayalite (Fe2SiQ4), bukan limbah B3.

“Bahan ini ramah lingkungan. dan bukan barang bekas pakai,” kata Gunawan yang menyebutkan PT JOM sendiri telah memiliki berbagai izin baik impor, bongkar muat, pengangkutan, maupun pemanfaatannya. Bahkan Gunawan, nekat mendatangkan pengacara sekelas OC Kaligis. “Kami akan sanggah pernyataan dari KLH bahwa ferro sand ini mengandung B3,” pungkasnya.

Hal ini terkait sebelumnya dengan keputusan Kementerian Lingkungan Hidup yang telah mengeluarkan surat perintah reekspor pada 6 Maret 2009 yang ditandatangani oleh Deputi MENLH Bidang Penataan Lingkungan, Ilyas Assad, yang menyatakan ferrosend ini merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun B3.

Polemik ferro sand ini sudah memakan korban. Muhammad Raden, Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Bapedalda Kota Batam yang dicopot dari jabatannya, setelah ikut ke Korea terkait impor ferro sand. Ia kini tak lagi menduduki jabatan apa-apa di Bapedalda Kota Batam.(hdr)

Tinggalkan sebuah Komentar

Wanita Gemuk Riskan Terserang Kanker Ovarium

Jumat, 16 Januari 2009

Wanita gemukPARA wanita perlu menjaga berat badan karena mereka yang memiliki berat badan berlebihan memiliki risiko terserang kanker indung telur (ovarium) lebih tinggi dibanding dengan wanita yang tidak mengalami obesitas (kegemukan).

Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua jenis kanker ginekologi. Jenis kanker ini sulit diobati lebih awal karena pada stadium dini biasanya muncul hampir tanpa gejala. Meski demikian ada beberapa gejala yang perlu dicurigai sebagai kanker ovarium.

Pada stadium awal, gejala yang timbul berupa ganguan haid. Tetapi berbeda dengan kanker leher rahim yang bisa dideteksi dengan metode pap smear, maka belum ada cara untuk mendeteksi kanker ovarium.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kanker ovarium. Meskipun demikian, faktor pemakaian obat secara berlebihan dicurigai dapat memicu munculnya kanker ovarium.

Selain itu, penggunaan obat-obat kesuburan dalam jangka waktu lama juga diduga dapat
meningkatkan risiko serangan penyakit tersebut. Faktor genetika bisa juga menjadi acuan karena sebanyak 10 persen penderitanya ternyata memiliki keluarga yang juga menderita kanker ovarium.

Kini, sebuah studi di Amerika Serikat (AS) mengaitkan kegemukan dengan peningkatan risiko munculnya kanker ovarium.

Studi itu melibatkan lebih dari 94.000 wanita berusia 51 hingga 71 tahun, yang dipantau selama lebih dari tujuh tahun. Hasil studi itu, seperti dikutip Reuters, menunjukkan bahwa wanita yang mengalami obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terserang kanker ovarium.

Risiko itu meningkat pada wanita yang tidak pernah melakukan terapi pengganti hormon (HRT) selama masa menopause. Studi yang dilakukan sebelumnya mengaitkan hormon yang digunakan untuk mengurangi risiko kanker ovarium.

Di antara wanita yang tidak pernah melakukan HRT, mereka yang kegemukan memiliki risiko 83 persen lebih tinggi terserang kanker ovairum dibanding wanita dengan berat badan normal.

Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Cancer itu juga menunjukkan bahwa obesitas merupakan salah satu faktor penyebab kanker ovarium yang dapat dikendalikan.

Menurut kepala peneliti dalam studi itu, Dr Michael L Leitzman dari Lembaga Kanker Nasional Amerika Serikat (AS) di Bethesda, Maryland dan Universitas Regensburg di Jerman, hasil. studi itu memberikan satu lagi alasan bagi para wanita untuk menghindari kenaikan berat badan yang tidak sehat.

“Data kami menunjukkan bahwa mempertahankan berat badan yang sehat berkaitan dengan penurunan risiko perkembangan kanker ovarium,” kata Leitzmann.

Belum jelas mengapa obesitas memiliki kontribusi terhadap kanker ovarium, tetapi mungkin hal itu berkaitan dengan efek lemak tubuh yang berlebihan terhadap kadar estrogen dalam tubuh seorang wanita, kata Leitzmann dan para mitranya.

Kenyataan bahwa risiko terserang kanker ovarium itu bergantung pada penggunaan HRT mendukung teori ini.

Studi itu juga menemukan kaitan antara obesitas pada usia 18 tahun dan peningkatan risiko terserang kanker ovarium pada usia lebih tua ?- sebuah kaitan yang bahkan lebih kuat dibanding kaitan antara kegemukan pada usia lebih lanjut dan kanker ovarium.

Berat badan pada usia remaja mungkin lebih relevan dengan kanker ovarium dibanding berat badan pada usia lebih lanjut.

Penelitian lain yang di lakukan para ilmuwan di AS juga menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami obesitas lebih rentan terkena kanker ovarium ganas.

Obesitas memang meningkatkan risiko perkembangan beberapa jenis kanker, tetapi riset itu mengungkapkan bahwa jaringan lemak berpengaruh terhadap perkembangan tumor.

Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Cancer itu, sel lemak yang menghasilkan hormon atau protein membuat kanker ovarium berkembang lebih pesat.

Kepala penelitian, Dr Andrew Li mengatakan penelitian itu melibatkan 216 perempuan yang menderita kanker ovarium epithelial, jenis kanker ovarium yang paling banyak ditemui, atau sekitar 90 persen dari seluruh kasus.

Penelitian itu membandingkan 35 perempuan yang mengalami obesitas dengan 108 perempuan yang memiliki berat badan normal untuk melihat perbedaan signifikan dalam kemunculan kanker.

Ternyata, obesitas berpengaruh pada ketahanan tubuh. Mereka yang mengalami obesitas, sel kankernya bisa timbul lagi setelah melakukan pengobatan dan berisiko pada kematian.

Untuk mengenali kanker ovarium, The American Cancer Society mengumumkan hasil konsesus para ahli kanker tentang gejala kanker ovarium. Gejala tersebut antara lain bengkak-bengkak di tubuh, rasa sakit di bagian perut dan panggul,kehilangan napsu makan, sering buang air kecil dan nyeri saat bersenggama.

Sering buang air kecil terjadi jika jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan di daerah panggul yang menyebabkan nyeri.

Situs rumah sakit Kanker Dharmais menyebutkan pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) penyebaran ke omentum (lemak perut) dan organ-organ di dalam rongga perut lain seperti usus dan hati. Gejala yang tampak, seperti perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil.

Jika menemukan gejala tersebut, maka penderita harus segera ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan guna mendeteksi kista atau pembesaran ovarium.

Pemeriksaan dianjurkan pada wanita yang memiliki faktor risiko tinggi, yakni wanita yang mendapat haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat, tidak pernah atau sulit hamil, ada riwayat kanker ovarium dalam keluarga, serta wanita penderita kanker payudara dan kanker usus.

Penderita kanker ovarium di Indonesia dilaporkan terus meningkat setiap tahun.

Kanker ovarium akan jauh lebih mudah disembuhkan bila keberadaanya diketahui pada tahap awal pertumbuhan.(kompas/hdr)

Komentar (1)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.