Arsip untuk Smart Talent

Sempoa Bantu Pecahkan Matematika

Latih Mental Anak Sejak Dini

Hanna Filia Gelar Fun English

SHELTON terlihat begitu enjoy menyelesaikan soal matematika yang disodorkan kepadanya. Dengan menggunakan metode sakamoto (model sempoa Jepang), beberapa soal dengan cepat ia selesaikan.

Mengenakan kostum rapi berwarna merah, sedikitpun ia tak terlihat kewalahan menyelesaikan soal-soal itu. Tanpa kesulitan yang berarti, soal itu pun tuntas hanya dengan hitungan beberapa menit saja.

Bocah kelahiran Batam 1 januari 2000 ini, mengaku sangat menyenangi matematika. Ditemani sang adik, yang juga kembarannya, ia juga begitu fasih berbicara dalam bahasa Inggris. “I like Mathematic and English very much,” ujar anak yang juga pernah mendapatkan sertifikat langsung dari Singapura karena lahir pada abad millinium ini.

Demikian juga Sherwin adiknya, bakat serta kemampuan menyelesaikan soal matematika menggunakan metode sakamoto diakuinya sangat membantu mengerjakan setiap soal matematika dengan cepat.  Terbukti, beberapa soal dengan lahap ia selesaikan. “Senang banget, Om, bisa ikut pertandingan maematika ini. Apalagi dengan metode Sakamoto yang diajarkan para teacher,” ucapnya sembari tersenyum

Shelton dan Sherwin tak hanya berdua, dalam even bertajuk Fan English Performance yang di gelar di Mega Mall Batam Centre, Minggu (12/4) ini, juga diisi dengan tari-tarian tradisonal seperti tari payung, presentasi berbahasa Inggris dan Mandarin, story telling, serta ada juga games matematika yang penyelesaiannya melalui metode Sakamoto..

Merry, Assisten Marketing Manager Hanna Filia Group menyebutkan, dilaksanakannya even ini bertujuan untuk melatih mental dan keberanian para siswa untuk tampil di depan umum. Para siswa yang ikut, kata Merry, cukup senang dan juga antusias mengikuti acara ini.

“Selain belajar di Hanna Filia, mereka juga dapat langsung menunjukkan ke muka umum dan orangtuanya apa yang selama ini mereka dapatkan di sini,” ujarnya disela-sela kesibukan mengatur barisan siswa yang akan tampil.

Serupa diungkapkan kepala sekolah Hanna Filia Marta, di sini, kata dia, anak-anak dapat menyalurkan dan unjuk kemampuan kepada khalayak ramai. “Di ajang ini para siswa juga berkesempatan untuk melatih dan mengasah bakat mereka. Ini bagus untuk melatih keberaniannya,” jelasnya.

Even ini mendapat sambutan yang sangat positif dari Pembina TK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Kota Batam Harsyim. Menurutnya, kegiatan-kegiatan postif seperti inilah yang perlu dikembangkan lagi. “Di sini, para anak-anak usia dini ini dapat menyalurkan langsung apa bakat dan karya mereka. Kegiatan yang seperti ini lah ke depan perlu kita ditingkatkan lagi,” imbaunya yang juga mengatakan even seperti ini akan berdampak baik pada masa depan sang anak.

Dalam kesempatan itu, lebih 50 siswa berusia 3-10 tahun mulai dari TK, Playgroup, kelas bahasa Inggris dan Mandarin di Hanna Filia ikut dalam even tersebut. Tak ayal, kecerdasan dan keluguan mereka menyedot perhatian ratusan pengunjung Mega Mall.(hdr)

Tinggalkan sebuah Komentar

Hesley Hipnotis Penonton Lewat Minireg

Belajar Piano sejak Dini

Hesley Hipnotis Penonton Lewat MiniregTIDAK hanya jari jemarinya saja yang menari, kaki kecilnya pun juga ikut bergoyang seiring dengan hitungan hentakan tempo lagu tersebut.

Mengenakan gaun cokelat, Hesley langsung menghipnotis ratusan pengunjung melalui lagu berjudul Minireg. Suasana hening, penonton sepertinya tidak mau melewatkan sedikitpun nada yang ia mainkan.

Hesley merupakan satu dari 43 peserta pagelaran Piano Klasik V di I Hotel, Sabtu malam (4/4). Mereka yang tampil mulai dari usia delapan hingga 15 tahun.

Meski baru setahun belajar piano, Hesley tidak mengalami kesulitan berarti. Berkat bakat dan kemauan kerasnya untuk berlatih,  gadis remaja yang menetap di Green Land ini mudah mempelajari berbagai teknik berpiano dengan mudah.”Lumayan, Om. Sekarang aku sudah tahu bagaimana memainkannya,” ujar siswi kelas 8 SMP Yos Sudarso ini.

Penampilan perdana memang sempat membuatnya degdegan. Namun kekhawatiran sirna saat jarinya mulai menyentuh tuts piano.

Demikian juga Dafha. Di piano yang sama, lincahnya jemari bocah berusia delapan tahun ini tak kalah hebat dengan Hesley dan puluhan peserta lainnya.

“Senanglahlah, aku bisa main. Apalagi bisa dilihat teman-teman dan penonton yang datang,” tutur siswa kelas 3 SD yang memiliki nama lengkap Dafha Airil Wibowo ini.

Bakat serta kemahiran memainkan piano, kata Dafha, ia didapatkan sejak awal masuk SD. Keberhasilan dengan latihan selama ini mampu ia buktikan dengan menjadikannya peserta terbaik even tersebut.

Menurut Instruktur Lidia Musik Course Nastiti Lidiawati, even ini rutin digelar setiap 1,5 tahun sekali.

Diharapkan, para peserta tak hanya sekadar berlatih saja, mereka juga dapat memperlihatkan kemampuannya sebagaimana saat mereka berlatih sebelumnya.

“Selain kursus, kami juga mewajibkan anak-anak ikut serta dan turun langsung ke panggung memperlihatkan kepiawaiannya bermain piano. Jadi mereka nggak hanya berlatih di tempat kursus atau di rumah saja. Tapi mereka juga bisa membuktikannya dengan baik dihadapan orang banyak,” ujar Lidia.

Pemilik Lidia Musik Course ini menyebutkan, dengan ajang ini mereka juga bisa melatih mental saat tampil di muka umum. Tak hanya itu, para orangtua yang hadir pun dapat melihat sejauh mana kemajuan putra-putri mereka saat memainkan alat musik itu. “Untuk tampil di depan umum butuh mental dan keberanian yang kuat. Yang pintar aja bisa salah saat ditonton orang banyak,” imbuhnya. (hendrayudha)

Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.