PROSES rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Sabtu (11/4) berlangsung ketat. Panitia membatasi hanya satu saksi dari partai yang boleh masuk. Itupun harus dibekali surat mandat dari partai yang mengutusnya.
Di PPK Batuaji, panitia sempat mengusir calon anggota legislatif yang memaksa masuk ruang rekapitulasi.
“Tidak diperkenankan caleg masuk ke sini. Hanya bisa diwakil saksi, karena itu Anda harap keluar, keluar,” seru Sadrak Manalu, Anggota PPK Batuaji dengan suara meninggi.
Terlihat puluhan anggota polisi dan Satpol PP menjaga proses rekapitulasi. Mereka memang ditugaskan untuk mengamankan jalannya penghitungan.
Rekapitulasi di PPK Batuaji dimulai pukul 09.30 hingga 15.00 WIB, baru menyelesaikan tujuh TPS. Hingga pukul 15.00, perolehan suara di PPK Batuaji kelurahan Bukit Tempayan menunjukkan tiga partai memperoleh suara terbanyak untuk DPR RI adalah Demokrat, Golkar, dan PKS. Sementara perolehan suara empat besar calon DPD menempatkan Aida Ismeth Abdullah, Djasarmen Purba, Zulbahri, dan Johanes Tarigan.
Saksi juga mengeluhkan lambatnya proses penghitungan. Paling tidak memerlukan waktu seminggu untuk menyelesaikan seluruh TPS. Itupun petugas harus bekerja siang dan malam. Padahal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam menetapkan batas akhir penghitungan di tingkat PPK pada Rabu (15/4).
Proses rekapitulasi dilakukan teliti. Satu per satu nama partai dan caleg yang memperoleh suara disebut pakai pengeras suara oleh anggota PPK secara bergantian.
Sesekali data yang disebut tidak sinkron dengan data yang dipegang panwaslu dan para saksi, seketika langsung dikonfrontir dan diambil kesimpulan, batal, salah jumlah atau, atau keliru menempatkan ke nomor caleg yang seharusnya.
Di PPK Sekupang, proses rekapitulasinya berjalan lebih cepat. Pantauan Tribun pada pukul 17.00 WIB, jumlah TPS yang diklarifikasi sudah 21 TPS.
Pemandangan di halaman dan di teras gedung terlihat cukup ramai. Kendaraan roda empat dan roda dua memadati halaman seolah menunjukkan ada pesta besar. Terlihat beberapa caleg hanya bisa berbincang-bincang dengan timnya dan para saingan caleg lainnya di halaman gedung.
Di PPK Kecamatan Nongsa, rekapitulasi diwarnai perbedaan hasil rekapan engan hasil data saksi yang saat itu hadir dalam pencontrengan 9 April kemarin. Perbedaan data mencapai 10 suara. Data saksi menyebutkan hanya dua suara, sedangkan hasil rekap sebanyak 12 suara.
Sempat terjadi ketegangan beberapa saat. Kemudian disepakati hanya dua suara yang sah.
Hingga pukul 17.00 WIB, tercatat baru empat TPS (Ngenang) saja yang selesai direkap. Hasil sementara dari empat TPS Ngenang, calon legeslatif DPR RI yang berhasil mengantongi suara terbanyak adalah PKS dengan jumlah 86 suara, disusul PDIP 77 suara, Golkar 56 suara, Demokrat 49 suara, dan PKPI 47 suara. Sedang untuk DPRD Kota Batam, urutan teratas masih diduduki PKS sebanyak 82 suara, PDIP 74 suara, PKPI 61 suara, Golkar 56 suara, dan Demokrat 35 suara.
“Selesainya, ya tergantung dengan para saksi. Jika masih fit dan sanggup, kita jalan terus. Tapi jika, kondisi mereka tidak memungkinkan, ya terpaksa ditunda besok,” ujar Pokja Rekap PPK Aji Jasman.
Anggota Panwaslu Kecamatan Nongsa Dailami mengungkapkan, dari awal hingga istirahat magrib, proses rekap suara berjalan lancar.
Ketua KPUD Batam Hendriyanto akan berkoordinasi dengan KPUD Provinsi. Jika pada rekapitulasi hari ke dua dan ketiga keadaannya tetap sama, maka diusahakan untuk meminta perpanjangan waktu rekapitulasi PPK dari KPU pusat.
“Kami sudah memantau semua PPK dan memang keadaannya begitu, pada rekapitulasi hari pertama ini semuanya terlambat,” kata Hendriyanto.(rnd/hdr/elc)
PERTARUNGAN menuju ke kursi pemerintahan ini akan mengundang berbagai dampak psikologis. Memang belum ada yang konsultasi psikologis, namun tidak menutup kemungkinan para caleg akan konsultasi setelah penghitungan suara selesai.
BATAM, TRIBUN - Bertepatan dengan pemilu legislatif 9 April kemarin, jalan-jalan protokol di Batam terlihat lengang, tidak seramai biasanya. Tak banyak pengguna jalan melintas. Berbagai aktivitas mulai dari pekerjaan, rumah toko, hingga pasar juga terlihat berhenti. Hanya beberapa tempat terlihat buka.
BATAM, TRIBUN- Menghadapi pesta demokrasi pemilu 9 April mendatang, Ketua Apindo Kepri Abidin Hasibuan menyikapi dengan tegas agar semua pengusaha di Kepri dapat lebih selektif memilih calon-calon legislatif. Pasalnya, peran pemimpin terpilih ini nanti akan memberikan kontribusi penuh terhadap masa depan dan perubahan Kepri secara langsung.