Arsip untuk Oto Community

Puas Taklukkan Medan Terjal

Hendry sang Penjelajah

Puas Taklukkan Medan TerjalPERLAHAN Hendry Wardhana membuka laptop di kantornya. Satu persatu terlihat foto Hendry sedang mengikuti ajang besar. Dengan gagahnya pria asal Batanghari, Jambi ini, mengendalikan mobil offroad.

Puluhan momen offroad ia abadikan di dalam laptop. Tampak jeep terlihat berjejer seakan-akan siap menempuh medan terjal.

Di foto  itu, tergambar sosok Hendry begitu menikmati petualangan tersebut.
Ya, Hendry memiliki hobi yang menantang. Ia mulai menjiwai olahraga dalam medan yang menantang ini.

“Sebenarnya sih, saya masih hobi kebut-kebutan. Tapi karena usia, ya.. jadi saya alihkan ke offroad saja,” terang Hendry yang juga memiliki sebuah Moge full modifikasi.

Saat masih duduk di kelas 1 SMAN Batu, Malang, Hendry adalah seorang pembalap. Beberapa even road race pernah ia ikuti, tapi hal itu tetap tak cukup bagi dirinya. Ia akhirnya menumpahkan hobi  dengan mengikuti balapan liar bersama dengan rekan sebaya. Hal ini kerap ia lakukan hingga putra dari almarhum Drs H Abdul Madjid Budjang ini berhenti total setelah lulus SMA.

Ketika kuliah di Mexico, Hendry mulai menemukan dunianya. Di tempat kuliahnya, Universitad De Las Americast, Hendry saat itu tergolong remaja yang mudah bergaul. Di sana, ia memiliki banyak kenalan  dari berbagai negara yang sebagian besar juga penggila otomotif.

“Dari sanalah saya benar-benar mencintai olahraga otomotif ini,” ucap lelaki yang menjabat sebagai Head fo Direct Material Shipping di PT Citra Tubindo.

Kecintaannya kian terwujud mana kala ia berhasil menyandang gelar Sarjana Bisnis Administrasi pada 2004. Berbekal pengalaman, ia menyalurkan hobinya dengan mengoleksi mobil jeep offroad pertamanya, Suzuki Samurai.

Setelah sempat tukar menukar mobil, Hendry akhirnya Hendry memilih Toyota Land Cruiser. Ia berharap mobil penjelajah ini lebih memiliki power untuk menunduki setiap medan. “Wah, kalau yang satu ini, tarikannya luar biasa buat jelajah,” imbuh lelaki yang juga menjabat sebagai ketua RT di Nongsa ini.

Pada kendaraan 4900 cc ini, ia memilih ban kasar 33 inci berpelek 17 inci. Tenaga terasa powerful dengan penggantian knalpot Mufler yang melekat rapi di belakang bodi.

Yang paling penting, sebagai jeep penjelah, kaki-kaki yang terdiri dari per, sokbreker harus diberi tambahan plat agar lebih kuat.

“Kaki-kaki inilah poin utama dari offroad. Karena untuk melewati jalanan terjal dan bebatuan, jika kondisinya tidak fit, bisa saja patah di tengah jalan, Kan repot,” imbuhnya sambil tersenyum.

Untuk mesin dan gardan, sengaja tidak diutak-atik. Pada dasarnya, jeep rakitan 1979 ini memiliki kekuatan yang tak perlu diragukan lagi. Untuk memberikan daya lebih, Hendry menambah accu kering agar mampu mengangkat enam lampu halogen.

“Yang tak kalah penting adalah keselamatan, gunakan Safety belt yang benar-benar kuat, agar dapat melindungi diri dari berbagai goncangan,” ujar Hendry yang juga menyarankan sebaiknya menggunakan jeep kanvas (atap yang bisa dibuka dan ditutup) agar pandangan dapat jauh dan lebih jelas.

Hendry tak memungkiri, offroad merupakan olahraga yang mahal. Setiap kali turun saja ia harus merogoh kocek lebih dari Rp 2,5 juta. “Pada saat akan turun ke medan, kondisi mobil harus benar-benar fit. Perlu servis mulai dari oli, kaki-kaki, hingga kondisi mesin. Bisa kacau kalau di medan yang terjal tiba-tiba mesin mati atau bagian kaki jeep patah,” ujarnya.

Banyak daerah yang pernah ia jelajahi seperti Bandung, Jakarta, dan kota lainnya. Sedang di Batam, ia beserta rekan-rekannya setiap bulan selalu berjelajah di daerah-daerah terjal seperti di Nongsa, Dotamana, Barelang, dan tempat-tempat ekstrim lainnya.

Dari hobinya, Hendry merasa sangat puas usai menaklukkan terjalnya medan. Selain mempererat tali persaudaraan bersama teman-teman se-tim, dengan berpetualang seperti ke sungai atau pelosok hutan, di sana ia juga ia dapat menikmati pemandangan langsung yang merupakan daerah yang belum terjamah.

“Capek kerja,  ikut offroad, langsung fresh. Rasanya, serasa kembali hidup lagi,” kata Hendry.

Sambil mengingat-ingat, ada kenangan yang tak terlupakan sepanjang ia berpetualang dengan Hartop kesayangannya. “Saat itu, di PC 3 Batam Centre, trek jalan benar-benar menantang. Posisi yang menanjak dengan kemiringan medan hingga 70 derajat dengan ketinggian sekitar 20 meter. Pada saat melintasinya, saya hanya bisa memandang awan. Wah, pokoknya seru, adrenalin saya benar-benar terpacu,” kenangnya mengingat adventure empat bulan yang lalu.(hendrayudha)

Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.