PASOKAN air di Batam terganggu. Kendati ATB menyiapkan langkah antisipasi, namun ledakan penduduk di Batam perlu dikendalikan.
Humas PT Adhya Tirta Batam Adang Gumilar mengatakan, minimnya pasokan juga disebabkan oleh ledakan penduduk yang cukup tinggi.
ATB saat ini melayani 142 ribu sambungan atau 94 persen dari penduduk Batam sebanyak 850 jiwa. “Bisa dibayangkan, dengan pelayanan seperti itu. Selain saat ini musim kemarau, pertumbuhan penduduk di Batam sangat tinggi hingga mencapai 15 persen per tahun,” jelas Adang, Kamis (5/4).
Adang memaparkan, jumlah pendatang ke Batam mencapai 100 ribu per tahun. Hal ini tentu membuat permintaan air tinggi, sementara itu produksi air yang ada tetap.
“Hal ini menyebabkan kondisi suplay air ATB terus berkurang. Mau tidak mau, dengan angka pertumbuhan penduduk seperti itu, ya kita harus berbagi,” ujarnya.
Diperkirakan Juni nanti, pembangunan Duriangkang Tahap III selesai bulan Juni mendatang. “Jika pembangunannya selesai, maka suplay air akan meningkat menjadi 500 liter/detik. Artinya, suplay air ATB akan surplus sebesar 300 liter/detik, maka air akan kembali berjalan normal,” jelasnya.
Namun, jika angka pertumbuhan penduduk Batam tidak segera dibatasi, pasokan air ini pun tetap tidak akan cukup.
Suplai ke Nongsa
Minimnya pasokan air ATB diperparah dengan suplai air Nongsa yang berkurang. Tadinya, Nongsa mampu menyuplai 105 liter/detik dalam keadaan normal. Namun kini hanya mampu memberikan pasokan sebesar 40 liter/detik yang mengalami peningkatan sebelumnya dari 30 liter/detik dampak dari hujan beberapa hari kemarin.
Melihat parahnya keadaan tersebut, lanjut Adang, ATB mengambil langkah dengan memberikan sebagian suplay Duriangkang ke daerah-daerah tersebut. Tak ayal hal ini menambah kian buruknya kondisi air di Batuaji, Tanjungsengkuang, Tiban Kampung, Delta Villa, Mutiara View, Sarmen Raya,Kavling utama, Dapur 12, dan beberapa dearah bagian tinggi lainnya.
“Kami terpaksa melakukan pasang tutup aliran ke beberapa daerah akibat kondisi suplai air di Nongsa. Namun curah hujan beberapa hari ini, sedikit membuat lega. Karena produksi air meningkat sedikit lebih baik, walau masih jauh dari harapan,” terang Adang.
Bagi masyarakat yang mengalami krisis air ini, kata Adang, ATB akan mencoba membantu melakukan pengantaran air bersih melalui pengiriman menggunakan paket tanki, jeriken, dan water bag secara gratis. “Silakan hubungi ATB di Call Center 467111,” paparnya.(hdr)